Select Page

Sumber: Jakartabackpacker.com

Kabupaten Alor terkenal dengan tempat wisata dan budayanya yang masih terjaga. Salah satu dari sekian banyak tempat wisata tersebut adalah Kampung Tradisional Takpala. Kampung ini terletak di Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor. Berjarak sekitar 11 km dari Kota Kalabahi.

Kampung ini dihuni oleh tiga belas kepala keluarga suku Abui. Suku Abui sendiri pada awalnya adalah suku yang tinggal di daerah Pegunungan Alor, namun suku terbesar di Alor ini kemudian dipindahkan ke tempat yang lebih rendah oleh Raja Alor karena tempat tinggal mereka sulit untuk dijangkau saat Raja Alor mengirim utusannya untuk membayar pajak. Oleh karena itu, di tahun 1940-an, seseorang bernama Piter Kafilkae memberikan tanah miliknya untuk ditempati oleh suku Abui.

Di zaman yang sudah modern seperti ini, mungkin jarang kita melihat tradisi adat yang ada di sekitar kita, tetapi di Kampung Takpala, kamu akan melihat langsung kehidupan suku Abui yang tidak melepaskan budaya dari nenek moyang mereka. Hampir semua kegiatan harus dilakukan dengan tata cara adat kampung ini, mulai dari acara pernikahan, prosesi pemakaman, sampai membangun rumah. Sebuah kehidupan tradisional yang sangat jarang kita temui

Untuk memasuki Kampung Takpala, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun alias gratis. Jika kamu mau menggunakan pakaian tradisional dari Kampung Takpala ini, baru kamu perlu merogoh kocek sebesar Rp50.000,00. 

Biasanya pakaian tradisional ini dipakai oleh orang-orang di Kampung Takpala untuk acara adat dan menyambut tamu dengan tarian khasnya, Tari Lego-lego. Laki-laki akan menggunakan kain tenun dan ikat kepala yang dibuat sendiri oleh masyarakatnya, tidak lupa pula dengan senjatanya berupa parang dan panah, sedangkan perempuan akan menggunakan kain tenun yang menutupi dada sampai di atas mata kaki dilengkapi dengan gelang kaki yang akan berbunyi saat mereka menggerakkan kaki di dalam Tari Lego-lego.

Sumber: Lifestyle.okezon.com

Tari Lego-lego sendiri merupakan tarian penyambutan. Sesampainya di Kampung Takpala, biasanya akan ada penyambutan dari masyarakat dengan tarian adat Lego-lego ini. Tari Lego-lego adalah tarian yang sakral dan hangat merangkul setiap orang dalam sebuah lingkaran besar. Jadi, tarian ini melambangkan keeratan kekeluargaan yang sangat tinggi. Setelah Tari Lego-lego, pengunjung akan diperlihatkan tarian lainnya, yakni Tari Cakalele atau Tarian Perang yang akan diperagakan oleh laki-laki suku Abui.

Setelah puas berkeliling dan berswafoto dengan latar belakang Kampung Takpala lengkap dengan rumah tradisionalnya, di sini kamu juga bisa membeli souvenir, loh! Banyak souvenir yang bisa kamu dapatkan di sini, seperti gelang, tas dan kain tenun. Souvenir-souvenir yang dibuat langsung oleh masyarakat Takpala ini dibanderol mulai dari Rp20.000,00 sampai Rp200.000,00.

Dengan biaya yang minim pun kamu berkesempatan untuk berkunjung ke sebuah kampung yang masih menawarkan kearifan lokal dan etnis daerah yang kental. Nggak bakal rugi, deh! Yuk, masukkan Kampung Adat Takpala ke list perjalananmu!

Written: Yuwan Taufik