Select Page

Sumber : https://travel.detik.com/

Selain terkenal dengan keindahan pantainya, Pulau Dewata ini ternyata menyimpan pesona yang lebih. Untuk itu, wisatawan wajib mengunjungi Desa Penglipuran. Desa ini merupakan desa adat yang berada di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Lokasi ini berjarak sekitar 45 kilometer dari Denpasar dan berada di dekat Kintamani atau Gunung Batur. Desa Penglipuran merupakan salah satu desa wisata di Bali yang mempertahankan tata letak dan arsitektur tradisional khas Bali terlepas dari kemajuan teknologi dan peradaban yang ada.

Menurut hipwee, nama Desa Penglipuran berasal dari akronim kata “pengeling” dan “pura” yang berarti mengingat tempat suci (para leluhur). Walaupun desa ini memiliki nuansa yang sangat tradisional dan khas Indonesia, jumlah turis mancanegara selalu lebih dominan dibandingkan dengan turis dalam negeri. Keunikan desa ini terletak pada desain rumah yang dirancang serupa antara satu rumah dengan rumah lainnya. Setiap rumah memiliki pintu gerbang yang terbuat dari batu bata dan memiliki lebar yang hanya muat dilalui oleh satu orang dewasa. Atap dan dinding setiap rumah terbuat dari bambu. Tidak hanya material bangunannya, bahkan pembagian ruangan dan tata ruang rumah pun dibuat seragam.

Dilansir dari traveldetik, ketika memasuki wilayah desa, pengunjung akan menemukan jalan utama yang menanjak dan disuguhkan pemandangan rumah khas desa yang berderet di pinggir jalan. Di sepanjang jalan desa, terpasang janur-janur melengkung yang tinggi sehingga menambah keindahan Desa Penglipuran. Berdasarkan informasi yang tercantum pada Wira Rental Mobil Bali, di bagian utara, terdapat pura besar yang disebut Pura Penataran. Di dekat pura tersebut, terdapat hutan bambu yang tertata dan masih dijaga kelestariannya.

Di Desa Penglipuran, wisatawan diperbolehkan untuk mengunjungi rumah-rumah warga. Ketika memasuki area rumah, pengunjung akan disambut oleh pemilik rumah tersebut. Kemudian, pemilik rumah akan menunjukkan area rumah dan memberikan penjelasan atas bagian-bagian rumah yang unik. Terdapat pula pemilik rumah yang menjual makanan atau minuman ringan, tas rotan, atau cenderamata khas Bali lainnya.

Hebatnya, Desa Penglipuran berhasil menyandang gelar desa terbersih di dunia bersama dengan Desa Terapung Giethoorn di Provinsi Overijssel, Belanda dan Desa Mawlynnong, India. Saat itu, masyarakat setempat dinilai sukses dalam menyelamatkan lingkungan. Warga desa mampu mempertahankan dan memelihara 75 hektar hutan bambu serta 10 hektar vegetasi lainnya yang menjadi ciri khas desa. Luas total area desa adalah sekitar 112 hektar. Desa Penglipuran terletak di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut sehingga memiliki udara yang cenderung sejuk.

KintamaniID menyebutkan bahwa waktu terbaik untuk berwisata ke Desa Penglipuran adalah pada saat hari raya Galungan sebab pada waktu ini, penduduk desa akan memasang penjor (pohon bambu panjang yang ujungnya dihias) di depan rumah masing-masing sehingga pemandangan desa akan tampak lebih indah. Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan gadis-gadis Bali mengenakan pakaian adat Bali dan membawa banten (persembahan) menuju ke pura. Maka dari itu, bagi kamu yang ingin merasakan uniknya berada di tengah tradisi Bali yang masih sangat asli, mengunjungi Desa Penglipuran adalah pilihan yang tepat!

Oleh : Rizana Salsabila