Select Page

Spesies Hiu Paus di Kawasan Wisata Kwatisore, Nabire Papua

Sumber :sites.google.com 

Ekowisata merupakan salah satu terobosan baru di dunia pariwisata yang kini marak digencarkan karena melihat alam Indonesia yang memiliki keunikan dan potensi yang ada serta perlindungannya bagi kelangsungan hidup di masa mendatang. Sejatinya konsep ekowisata ialah penggabungan antara kebutuhan akan daerah wisata yang masih alami dan usaha perlindungan sebagai bentuk konservasi akan suatu kekhasan yang dimiliki. Saat ini, kawasan wisata yang memiliki daya tarik dan sedang digencarkan untuk dikembangkan menjadi ekowisata di Provinsi Papua ialah sebuah daerah di Teluk Cenderawasih, Kabupaten Nabire bernama Kwatisore. 

Kawasan Kwatisore secara administratif terletak di Distrik Yaur, Kabupaten Nabire Papua dan wilayah ini juga termasuk di dalam Kawasan Konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Teluk Cenderawasih. Di kawasan Kwatisore inilah, spesies ikan terbesar di dunia, Rhincondon typus atau hiu paus kerap kali muncul ke permukaan dan berenang mendekati bagan (rumah terapung nelayan). Fisiknya memang besar, panjangnya bisa mencapai 20 meter dan beratnya 21 ton, raut wajahnya pun sekilas terlihat misterius, namun hiu pemakan plankton ini sangat jinak. Sisa-sisa ikan teri yang berkumpul di jaring para nelayan biasanya menarik perhatian sekawanan raksasa Hiu Paus mendekati bagan. Di tiap bagan dapat dijumpai 5 sampai 7 individu Hiu Paus. Tentu ini merupakan sebuah pemandangan unik yang hanya bisa dijumpai di Teluk Cenderawasih. Untuk menuju tempat munculnya ikan-ikan raksasa tersebut, wisatawan dapat menyewa kapal-kapal nelayan yang ada di sekitar Pantai Maf, Nabire atau sebelumnya sudah berkoordinasi dengan pemilik resort apabila ingin mengunjungi spot-spot Hiu Paus. 

Setelah sampai ke lokasi ekowisata Hiu Paus Kwatisore dan ingin melihat hiu yang merupakan satu satunya dari anggota genus Rhincodon dan familinya ini, sobat cukup snorkeling atau bahkan mengamatinya dari perahu mapun bagan. Tidak perlu menunggu berjam-jam untuk bertemu dengan hiu paus, cukup beberapa menit saja berdiam di sekitar bagan, gerombolan satwa laut unik ini akan terlihat berenang mendekati bagan, muncul di permukaan, membuka mulutnya yang lebar, dan siap menyantap ikan-ikan teri yang dibuang ke laut oleh nelayan. 

Pengunjung wisata melihat Hiu Paus
Sumber :Oskarseba.wordpress.com

Adapun wisatawan juga dapat diijinkan menyelam bersama Hiu Paus dengan mendatangi spot-spot yang biasanya ditemukan Hiu Paus di wilayah ekowisata Kwatisore, tetapi tetap mengikuti prosedur menyelam bersama Hiu Paus yang telah ditetapkan, agar kelestarian dan keberlangsungan hidup Hiu Paus dapat terjaga. Berikut aturan berwisata di perairan Kwatisore, Nabire Papua bagi wisatawan khususnya penyelam.

  1. Jumlah penyelam dibatasi maksimal 6 orang 
  2. Waktu penyelam dibatasi maksimal 6 orang 
  3. Dilarang menyentuh, menyakiti, dan memegang Hiu Paus. Usahakan menjaga jarak 3 meter karena Hiu Paus senang bergerak bebas. 
  4. Wajib didampingi instruktur bersertifikatatau dalam hal ini yang mempunyai lisensi dan juga bersama warga lokal tentunya.

Menyelam bersama Hiu Paus di Kwatisore

Sumber : Visitingpapua.com

Keunikan hiu paus yang bergerombol dan mudah ditemui serta minat wisatawan yang ingin menyelam bersama Hiu Paus di wilayah Kwatisore mendorong pihak pengelola kawasan konservasi Teluk Cenderawasih untuk menjadikannya sebagai ekowisata unggulan kawasan konsevasi laut terluas di Indonesia. Tentunya pengembangan program ekowisata hiu paus harus diimbangi pula dengan kajian pengelolaan ekowisata yang berkelanjutan, sehingga ancaman terhadap hiu paus bisa ditekan seminimal mungkin.

Adapun yang perlu dipahami ialah pengembangan ekowisata bukan semata-mata meningkatkan tingkat kunjungan wisata, tetapi juga perlu dikaji dan disusun semacam guideline atau code of conduct untuk ekowisata, misalnya pembatasan jumlah kapal yang boleh mendekat ke lokasi hiu paus, berapa banyak turis yang diperbolehkan turun untuk melihat atraksi hiu paus, pedoman interaksi dengan hiu paus, dan lain sebagainya. Semua pihak yang terlibat dalam bisnis ekowisata ini, baik itu operator ekowisata, masyarakat lokal dan pemerintah daerah harus dapat bekerja sama dan terlibat aktif dalam setiap pengambilan keputusan atau kebijakan.  

Oleh Aldi Bimantara