Select Page

Museum Fatahillah, Kota Tua Jakarta

Sumber: www.sim.ciptakarya.pu.go.id

Halo, sobat Vakansy! Sering gak sih kalian merasa hidup di kota begitu-begitu saja? Lazimnya, kota itu identik dengan kehidupan gemerlap khas metropolitan. Roda kehidupan berputar dengan cepat seiring banyaknya aktivitas terjadi di perkotaan. Kota menjadi daerah dengan pusat daya tarik yang tinggi sebab sering diartikan sebagai wilayah parameter perkembangan zaman, segala hal-hal up to date akan sampai terlebih dahulu di kota lalu baru diikuti daerah sekitarnya.

C:\Users\Yasmin Mumtaz\Downloads\kota.jpg

Gemerlap Kehidupan Ibu Kota

Sumber: www.bobo.grid.id/read/081712146/3-kota-yang-pernah-menjadi-ibu-kota-indonesia-ada-kotamu-di-sini?

Seiring dengan perkembangan zaman, wajah perkotaan biasanya kian berubah. Apabila teman-teman dapat memperhatikan, wajah kota umumnya terlihat sama, terutama dari segi fisik. Bangunan tinggi dan kendaraan bermotor dimana-mana. Padahal, sebagai sebuah negara Indonesia tentu memiliki karakter fisik atau bentuk kota ciri khasnya. Apalagi jika kita mengingat kota-kota zaman dahulu di Indonesia.

Apakah teman-teman pernah melihat bangunan seperti bangunan di atas? Apakah bangunan tersebut ada daerah perkotaan? Nah, untuk dapat menjaga keutuhan bangunan-bangunan tersebut, program Kota Pusaka pun diadakan.

Dilansir dari website Kota Pusaka, definisi dari kota pusaka itu adalah kota yang didalamnya terdapat kawasan cagar budaya dan atau bangunan cagar budaya yang memiliki nilai-nilai penting bagi kota. Kota-kota tersebut mempunyai peranan untuk kegiatan penataan dan pelestarian pustaka tersebut. Program ini dirintis oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Balai Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) sejak tahun 2012 loh! Program yang bernama Program Penataan dan Pelestarian Kota Pustaka (P3KP). Komitmen ini dibentuk dengan tujuan untuk menjawab perkembangan kota yang dinamis. Mudahnya sih, menjaga keberadaan tempat-tempat bersejarah agar dapat tumbuh beriringan dengan gedung-gedung pencakar langit dan pusat industri di kota (P3KP, 2016). Konsep kota pusaka ini beriringan dengan berbagai agenda global seperti Sustainable Development Goals (SDG’s) yang diinisiasi oleh PBB, New Urban Agenda oleh Konferensi Habitat III, dan konsep World Heritage oleh UNESCO.

Kira-kira apakah kalian tau, kota mana saja yang menjadi kota pusaka?

Apa kalian akrab dengan nama Kota Lama Semarang? Ya, Kota Lama Semarang adalah 1 kota di antara 10 kabupaten/kota yang menjadi pilot project Kota Pusaka Indonesia, bersama dengan Kota Banjarmasin, Kota Banda Aceh, Kota Bau Bau, Kabupaten Karangasem, Kota Denpasar, Kota Yogyakarta, Kota Bogor, Kota Palembang, dan Kota Sawahlunto (Serambinews, 2012).

Lalu, seiring dengan perkembangannya daftar Kota Pusaka terus bertambah. Untuk mempermudah dalam pelaksanannya, setiap kota masuk ke dalam kategori tertentu yakni kategori A, B, C, dan D. Pada kategori A, Kota Ternate pun termasuk pada kategori itu selain 10 kota di atas. Urutan kategori tersebut menunjukkan bahwa kategori A merupakan kota yang paling lengkap untuk segala keperluan pelestarian kota pusaka dan kategori D berarti kota tersebut baru terdaftar di dalam program.

Jika teman-teman tinggal di daerah perkotaan, kalian dapat mencari tahu apa kah kota kalian terdaftar sebagai salah satu kota pusaka baik dalam kategori apapun. Jika kalian ingin mengunjungi kawasan yang memiliki nilai pusaka yang tinggi maka semoga postingan ini dapat menjadi rekomendasi bagi teman-teman semua!

Referensi

P3KP. 2016. Panduan Pelaksanaan Program Penataan dan Pelestarian Kota Pusaka (P3KP)

Serambinews. 2012. Banda Aceh Jadi Kota Pusaka. https://aceh.tribunnews.com/2012/11/10/banda-aceh-jadi-kota-pusaka. [diakses 24 Juni 2020]

Oleh Yasmin Mumtaz