Select Page

sumber: https://jejakpiknik.com/taman-sari-jogja/

Ketika kamu berlibur ke Yogyakarta, pasti gak asing dengar nama Keraton Yogyakarta. Iya, istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat pasti masuk dalam daftar tempat yang harus kamu singgahi ketika berkunjung ke kota pelajar ini. eitsss, tapi jangan terburu-buru! Kamu harus main-main ke taman atau kebun istana Keraton Yogyakarta terlebih dahulu. 

Tamansari memiliki arti taman yang indah. Pada mulanya merupakan sebuah taman atau kebun istana Keraton Yogyakarta. Lokasinya yang strategis, tidak jauh dari titik 0 km ini berada di Jl. Taman Sari No.42, Kadipaten, Kraton,Yogyakarta, DI Yogyakarta menjadi pilihan yang tepat bagi para wisatawan yang ingin melihat berburu foto-foto cantik dengan nuansa artistik dan kental zaman kuno. Taman sari dibuka dari jam 09.00 WIB- 15.00 WIB. Biaya untuk berkunjung ke Taman Sari sangat terjangkau, untuk tarif parkir kendaraan dikenakan biaya sekitar Rp 2.000 untuk motor, dan Rp 5.000 untuk mobil, untuk bus, dapat langsung parkir di lokasi Ngabean. Wisatawan lokal cukup dengan membayar sekitar Rp 5.000 untuk tiket masuk dan Rp 12.000 bagi wisatawan asing, apabila kamu membawa kamera profesional, dikenakan biaya tiket kamera sekitar Rp 2.000.

Ketika pertama kali kamu sampai ke Taman Sari, kamu akan disambut dengan tembok-tembok cantik dengan ukiran yang khas.  Kompleks Taman Sari ini dulunya dibangun secara bertahap pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono I. Pembangunan dimulai pada tahun 1758 M, ditandai oleh candra sengkala “Catur Naga Rasa Tunggal” yang menunjuk tahun 1684 Jawa. Sengkalan yang dapat diartikan sebagai “empat naga satu rasa” ini dapat ditemukan di Gapura Panggung, Bagian-bagian penting dari kompleks bangunan diselesaikan pada tahun 1765 M, ditandai candra sengkala “Lajering Sekar Sinesep Peksi” yang menunjuk tahun 1691 Jawa. Sengkalan yang berarti “kuntum bunga dihisap burung” ini dapat ditemui di Gapura Agung dan ornamen beberapa dinding bangunan.

Desain Tamansari didasarkan pada gagasan dari Sri Sultan Hamengku Buwono I, adapun gambar teknisnya dikerjakan oleh seorang berkebangsaan Portugis yang diduga datang dari wilayah Gowa, Sulawesi. Taman Sari memiliki luas lebih dari 10 hektar dengan 57 bangunan di dalamnya. Bangunan-bangunan tersebut berbentuk gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, danau buatan, pulau buatan, masjid, dan lorong bawah tanah.

Taman Sari Jogja, Keindahan Tempat Mandi Permaisuri Masa Lalu
sumber: https://blog.tripcetera.com/id/taman-sari-jogja/

Taman ini dijuluki Water Kasteel karena kolam-kolam dan unsur air yang mengelilinginya. Disebut juga sebagai The Fragrant Garden karena pohon-pohon dan bunga-bunga yang harum ditanam di kebun-kebun sekitar bangunan.

Di setiap sisi Taman Sari bisa menjadi tempat kamu untuk berswafoto, tapi ada spot foto favorit para wisatawan, bahkan para selebritis juga banyak loh yang berfoto di spot ini.. dengan titik foto di tengah diapit dengan anak tangga dari segala sisi, membuat kesan foto kamu menjadi penuh misterius dan penuh petualangan

Tamansari, Tempat Mandi Para Bidadari

sumber: https://www.nativeindonesia.com/taman-sari-jogja/

Taman Sari memiliki dua nilai filosofis yang sangat menarik, yakni proses pencarian kesenangan duniawi, yang disimbolkan dengan adanya taman dan kolam yang indah. Namun di sisi lain, ada bangunan utama yang disebut sumur gemuling, serta adanya Mihrab (tempat imam) yang biasa digunakan untuk imam sholat. Bisa diartikan, sumur gemuling yang menjadi bagian dari Taman Sari tersebut, merupakan simbol ujian bagi seseorang dalam kehidupan di dunia, yakni antara kesenangan duniawi dengan aturan aturan Illahi, semua itu digambarkan dalam pesanggrahan Taman Sari maupun pesanggrahan lain.

Sultan Hamengku Buwono I adalah seorang pecinta karya seni, arsitektur megah dan indah di kompleks Taman Sari ini, merupakan perpaduan dari berbagai macam budaya yang ada. Taman Sari merupakan karya arsitektur monumental pada masa kepemimpinannya. Konon kabarnya, Taman sari juga dikatakan sebagai istana air, yang digunakan untuk tempat pemandian permaisuri serta para putri raja pada masanya. Ada beberapa mitos yang dipercaya oleh masyarakat Yogyakarta mengenai Taman sari ini, diantaranya adalah lorong yang ada di Taman Sari. Konon katanya lorong tersebut bisa tembus sampai ke pantai selatan. Ada dua lorong bawah tanah di kawasan Tamansari tersebut yang pertama bernama Urung-urung (lorong) Timur dan Urung-urung Sumur Gumuling. Bahkan Sumur Gumuling dipercaya sebagai tempat pertemuan antara Ratu Pantai Selatan atau Nyi Roro Kidul dengan Sultan Yogyakarta. Tapi ingat ya dear, kalo ini semua hanya sebatas mitos! Sri Sultan Hamengku Buwono I memang membangun Keraton dalam satu sumbu lurus imajiner, yang terhubung dengan Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis, dengan harapan ketiganya dapat bersinergi.

Ketika kamu masuk ke bagian tembok ini, kamu bisa langsung melihat indahnya langit Yogyakarta. Lokasi ini kerap dijadikan sebagai foto pre-wedding loh, karena nuansanya yang artistik membawa kita ke tempo dulu. Taman sari ini sempat beberapa kali mengalami pemugaran karena gempa besar yang melanda Yogyakarta pada tahun 1867 dan tahun 2006 ketika kamu berkeliling Taman Sari, jangan kaget ketika di ujung perjalanan kamu menjumpai rumah-rumah warga, karena memang lokasi Taman sari ini berhimpitan dengan lokasi rumah warga. Eitsss, tapi jangan buru-buru menyimpulkan lingkungannya buruk dan kotor, lingkungan Taman Sari dan rumah warga ini asri, dan bersih banget. Malah nih ya, warga sekitar sana bisa jadi penunjuk arah kamu, ketika kamu tersesat. Gimana, seru kan? Kapan lagi kita travelling ke tempat yang dibangun Sultan Hamengkubuwono I dengan ala-ala backpacker.. Sampai jumpa di Taman Sari ya.

Written: Artika Anggraeni