Select Page

Sumber Gambar: https://heritage.kai.id

Terlihat megah dari sudut manapun. Menarik minat untuk mengunjunginya. Bangunan bersejarah “1000 pintu” ini telah menjadi salah satu ikon dari kota Semarang. Terletak di dekat Tugu Muda Semarang, bangunan yang telah berdiri sejak tahun 1907 ini merupakan salah satu destinasi wisata favorit para wisatawan lokal atau mancanegara yang sedang berkunjung ke Semarang – walau kerap kali bangunan ini mendapatkan julukan sebagai bangunan yang angker. 1000 pintu atau Lawang Sewu namanya.

Sejarah yang Panjang

Dulu, saat penjajahan Belanda, bangunan ini digunakan sebagai kantor pusat administrasi perusahaan kereta api swasta Belanda yaitu Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM). Tahun 1942, Jepang — yang saat itu menjajah Indonesia — juga menggunakan bangunan ini sebagai jawatan transportasi Jepang yang bernama  Ryuku Sokyoku. Tahun 1945, setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, bangunan ini tetap memiliki fungsi yang sama – hanya berbeda nama saja – yaitu sebagai kantor Eksploitasi Tengah DKARI (Djawatan Kereta Api Republik Indonesia). Setelah beroperasi 1 abad, pada tahun 2009 Lawang Sewu diperbaiki oleh PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI) dan 2011 diresmikan sebagai cagar budaya. Sejak saat itu, Lawang Sewu dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Semarang. 

Cerita Mistis, Pameran Sejarah, dan Swafoto didalam “1000 Pintu”

Meskipun arti dari Lawang Sewu adalah 1000 pintu, namun kenyataannya pintu disini hanya berjumlah 429 pintu. Meskipun “hanya” 429 pintu, namun disitulah letak keunikannya. Ketika memasuki halaman di tengah-tengah bangunan Lawang Sewu, wisatawan akan melihat pintu-pintu tersebut dengan warna yang sama – tentunya hasil restorasi pada 2009 lalu – yang terbuka pada lantai 1 dan tertutup pada lantai 2 dengan jarak antar pintu yang sama dan menghubungkan berbagai ruangan yang ada didalamnya. Memasuki salah satu ruangan di lantai 1, terdapat pameran benda-benda bersejarah yang berhubungan dengan dunia kereta api. Mulai dari “pangkat” masinis, seragam, diorama kecil dengan kereta api sebagai objek utamanya, dan berbagai ornament kereta api lainnya. Namun, bukan hanya itu saja daya tariknya. 

Apakah Benar Lawang Sewu Memiliki 1000 Pintu?

Sumber Gambar: https://intisari.grid.id

Tangga menuju lantai 2 kerap kali ramai, namun di lantai 2 sendiri kebanyakan adalah ruangan yang kosong, sehingga jarang didatangi oleh wisatawan. Selain lantai 2 yang “kata banyak orang” merupakan tempat yang angker, terdapat juga ruangan bawah tanah yang dikenal angker. Karena konon tempat tersebut sering dijadikan tempat eksekusi para tahanan pada zaman penjajahan Belanda. Ketika kondisi sepi pun, beberapa pengunjung pernah tidak sengaja mendengar suara-suara yang jarang didengar sebelumnya. Namun, itu bukan menjadi penghambat dan penurun daya tarik pengunjung. Tetap banyak yang tertarik untuk mengunjungi Lawang Sewu ini, apalagi kalau bukan untuk berfoto. 

Hasil restorasi bangunan dari PT. KAI sangat baik adanya. Kombinasi warna yang bagus membuat ruangan tersebut – walaupun kosong atau yang banyak benda-benda bersejarahnya – cocok sebagai latar berswafoto atau foto bersama. Di halaman Lawang Sewu sebenarnya juga cocok dijadikan tempat untuk berfoto. Namun, untuk para wisatawan yang senang mengoleksi foto bernuansa lawas, berfoto diruangan ini, di depan kumpulan pintu, atau di tangga menuju ke lantai dua merupakan lokasi yang tepat. 
Produsen Kaca Patri Lawang Sewu Tampilan Menarik Dan Keren - Kaca Patri  Jogja - Gudang Art

Sumber Gambar: https://www.kacapatrijogja.com

Di Lawang Sewu terdapat dua bangunan yang berbeda. Bangunan pertama yang memiliki banyak pintu, sedangkan bangunan satu lagi berukuran lebih kecil. Terpisah dari bangunan utama, bangunan ini berisi benda-benda bersejarah juga. Namun, benda-benda ini terkait dengan bangunan Lawang Sewu. Mulai dari blue print atau gambar rancangan Lawang Sewu sebelum didirikan pada 1907, batu-batu bangunan Lawang Sewu sebelum direstorasi, linimasa pembangunan Lawang Sewu dan pengambilalihan bangunan oleh Jepang – Indonesia – Belanda – Indonesia, hingga foto-foto lawas Lawang Sewu dari zaman ke zaman.

 Lawang Sewu, Seribu Pintu Seribu Cerita di Semarang

Sumber Gambar: https://travel.detik.com  

Di halaman belakang Lawang Sewu, terdapat lokomotif kereta api tua yang sudah tidak terpakai. Lokomotif yang berwarna hitam ini sering dijadikan latar untuk berfoto. Bahkan pengunjung juga bisa masuk ke dalam lokomotif ini. Dari warna, otentisitas lokomotif ini tergolong unik sehingga sayang untuk melewatkan kesempatan berfoto disini juga – selain berfoto di pintu-pintu Lawang Sewu dan di halaman luar yang menghadap ke bangunan Lawang Sewu. 

Biaya masuk yang tergolong murah yaitu Rp10.000 untuk dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak merupakan penarik minat pengunjung juga. Lawang Sewu buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB. Walapun pada malam hari terlihat menyeramkan bagi beberapa orang, namun beberapa kali Lawang Sewu pernah menjadi tempat untuk acara jazz dan acara dalam rangka peringatan hari museum. Jadi, jangan takut dan jangan lupa untuk mengunjungi tempat ini, ya! 

Penulis: Alfonsus Ganendra